ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.A G2P1A0 GRAVIDA 39 MINGGU DI BPM HJ. W DESA CILAMPENI KECAMATAN KATAPANG KABUPATEN BANDUNG TAHUN 2016

Nama:ANNISA DESITRIANY
NPM:022013003 SEKOLAH
Kategori:D3 - Kebidanan
Prodi.:
Lulus:Juli 2016
Abstrak:Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur status kesehatan suatu negara. Tingginya AKI dan AKB masih menjadi permasalahan kesehatan di semua negara, termasuk Indonesia. Mengacu pada data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012, AKI di Indonesia mencapai 359/100.000 kelahiran hidup, angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Angka kematian ibu tahun 2012 ini lebih tinggi dari angka kematian ibu tahun 2007 sebesar 228/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan, angka kematian bayi (AKB) di Indonesia tahun 2012 yaitu 32/1000 kelahiran hidup (Depkes RI, 2014).
Jumlah kematian ibu di Jawa Barat pada tahun 2014 sebesar 73/100.000 kelahiran hidup. Sedangkan berdasarkan pencatatan dan pelaporan Dinas Kesehatan Jawa Barat tahun 2014 terdapat 3.937 kematian bayi, menurun 129 orang dibanding tahun 2013 yang tercatat sebanyak 4.066 bayi meninggal. AKB Jawa Barat pada tahun 2014 adalah 4,19/1000 kelahiran hidup. Kota Bandung menyumbang AKB sebesar 2,25/1000 kelahiran hidup dan Kabupaten Bandung menyumbang sebesar 2,68/1000 kelahiran hidup (Dinkes Jawa Barat, 2014). Pada umumnya kematian ibu terjadi pada saat melahirkan (60,87), waktu nifas (30,43%) dan waktu hamil (8,70%). Di Jawa Barat sendiri penyebab kematian ibu tahun 2008 yang tertinggi adalah perdarahan yang mencapai 58,79%, infeksi 9,62%, eklampsia 13,60%, dan lain-lain 17,99% (Dinkes Jawa Barat, 2014).
Salah satu program utama pemerintah untuk mengatasi masalah kematian ibu adalah penempatan bidan di desa-desa yang bertujuan untuk
mendekatkan akses pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir ke masyarakat
(Depkes, 2014).
Semua kehamilan dan persalinan, bukan hanya yang berisiko,
memerlukan pelayanan professional oleh tenaga kesehatan terampil salah
satunya adalah bidan. Seorang bidan harus benar-benar kompeten baik di
bidang pengetahuan, keterampilan, dan sikap dalam memberikan pertolongan
persalinan yang aman dan memberikan pelayanan obstetrik sesuai
kewenangan. BPM Bidan Wiwin Rahayu, Amd.Keb merupakan salah satu
tempat pelayanan yang menerima pelayanan kesehatan untuk ibu dan bayi,
seperti pemeriksaan kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir.
Diharapkan dengan memberikan asuhan kebidanan yang komprehensif dapat
mendeteksi secara dini jika terjadi komplikasi sehingga dapat menurunkan
jumlah AKI dan AKB.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan
“Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. D di BPM Bidan W di Desa
Cilampeni Kecamatan Katapang Kabupaten Bandung Tahun 2016”.
Diunduh : 8834
    



© 2015 copyright | Design & Programming by ICT STIKES Aisyiyah